Umroh Plus Turki Desember – Berbagai persiapan umroh telah kami lakukan, hingga kami mengakibatkan list atau daftar kelenglapan umroh agar tidak ada satu pun yang terlewatkan dan tertinggal.

Jika barang-barang udah siap sesudah itu ialah kami perlu buat persiapan mental dan rohani kami dikarenakan terkecuali tidak buat persiapan pengetahuan agama rasanya ibadah kami dapat percuma begitu saja dan umroh pun jadi tidak mabrur, Na’udzubillahi mindzalik.

Maka dari itu ada sebagian persiapan rohani yang sesungguhnya perlu dijalankan namun kadang waktu suka dilupakan. Seperti yang pertama ialah niat, kemungkinan ini terdengar sepele namun ternyata lumayan berpengaruh pada kelancaran ibadah kita.

Sebelum kami perlu luruskan lagi sesungguhnya apa niat kami untuk pergi ke tanah suci, apakah hanya jalan-jalan dan berfoto riya ataukah benar-benar menomorsatukan ibadah?.

Menerapkan rasa sabar, ikhlas dan tawaqal sesungguhnya lumayan sulit, bahkan kami hingga terasa bahwa itu hanyalah teori semata, namun terkecuali udah niat untuk melaksanakn umroh kami perlu membawa ketiga hal tersebut dikarenakan disana kami dapat memperoleh banyak ujian yang lumayan menguras rasa sabar dan keikhlasan maka dari itulah Allah Ta’ala turunkan firmannya yang artinya: “Dan mereka tidak diperintahkan terkecuali untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan didalam menggerakkan perintah agama”. (QS. Al Bayyinah Ayat 5).

Salah satu Keutamaan orang yang umroh adalah janji Allah untuk mengampuni dosa dan kesalahan, namum pengampunan bagi orang yang umroh adalah pengampunan pada hal-hal yang perihal dengan Allah, bukan hal yang perihal dengan manusia, karenanya disarankan sebelum akan berangkat umroh disarankan meminta maaf kepada orang-orang terdekat, hingga saat jalankan haji dan umroh kami bersih dari dosa yang berkaintan dengan Allah dan manusia.

Setalah semua itu kami persiapkan lantas bahkan yang perlu kami ketahui?

Sebenarnya adakah hal-hal yang membatalkan umroh, terkecuali ada apa yang perlu dijalankan ketika umroh kami batal?.

Mitos batalnya umroh
Pasti ada banyak pertanyaan dipikiran yang hendak ditanyakan mengenai hal ini ketika kami udah mengambil miqob dan siap jalankan umroh artinya semua aturan dan larangan langsung berlaku dan andaikan kami melanggar dari semua aturan tersebut maka umroh kami batal dan perlu mengulang umroh lagi.

Ada yang bilang terkecuali kami tengah tawaf mengelilingi kabbah maka badan kami jangan hingga menghadap ke kabbah dikarenakan terkecuali hingga badan kami menghadap kabbah maka umro kami batal dan perlu mengulanginya.

Selain itu ada pula yang bilang terkecuali tawaf dan kami memegang khuswah kabbah maka umroh dianggap batal.

Menanggapi hal ini, ternyata terkecuali tidak ada dalil atau hadits yang mendasari dan menguatakan pengakuan tersebut maka umrohnya dianggap tidak batal dan senantiasa dapat melanjutkannya.

Lalu terkecuali pengakuan tersebut tidak dapat membatalkan umroh, apakah sesungguhnya penyeban yang dapat membatalkan umroh?

Peraturan dan larangan itu berlaku ketika udah mengambil miqob dan Mengenakan baju ihrom, dan umroh itu batal dikarenakan keliru satu dari dua perkara, yaitu berhubungan intim saat tengah ihrom dan meninggalkan keliru satu syarat dan rukun dari rukun-rukun umroh.

Madinah dan Makkah merupakan dua kota suci yang diharamkan Rasulullah Saw. dan Nabi Ibrahim AS. yang diwahyukan langsung oleh Allah SWT dan didalam dua kota haram ini diharamkan sebagian hal layaknya memburu hewan dan burung, memotong pepohonan dan durinya, membawa senjata, memungut barang temuan ditanah haram Makkah bagi orang yang menunaikan ibadah haji atau umroh.

Kalau ada larangan artinya ada pula hukumannya andaikan kami melanggar, diantaranya ialah memotong seekor kambing atau memberi fidyah kepada fakir miskin senilai satu kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.

Dan hukuman andaikan kami memburu atau membunuh binatang ketika tengah ihrom udah diberitahukan oleh ALlah didalam Al Quran yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman janganlah anda membunuh binatang buruan ketika anda tengah ihrom barang siapa salah satu anda membunuhnya dengan sengaja maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak sesuai dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil salah satu anda sebagai hadyu yang dibawa hingga ke Kabbah, atau dendanya membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa sesuai dengan makanan yang dikeluarkan itu agar dia merasakan akibat yang jelek dari perbuatannya, Allah udah memaafkan apa yang udah lalu dan barangsiapa yang lagi mengerjakannya niscaya Allah dapat menyiksanya, Allah maha kuasa lagi membawa kekuasaan untuk menyiksa”. (QS. Al Maidah ayat 95).

Wajib untuk kami mengetahui apa saja hal-hal yang tidak boleh kami jalankan ketika terasa pergi umroh, agar kami terhindar dari dam atau denda dan termasuk tidak sia-sia umroh yang udah kami niatkan dari awal.